Tips Hemat Untuk Membangun Rumah Idaman

Ke-2 nya sebetulnya sama juga, kamu perlu lakukan beberapa pemikiran khusus saat sebelum kamu putuskannya. Banyak yang menjelaskan, membuat rumah dari sejak awalnya lebih sulit dibanding beli rumah.

Tetapi, di lain sisi, membuat rumah rupanya dapat mengirit ongkos kamu, lho! Disamping itu, kamu harus juga mempersiapkan banyak tenaga dan waktu untuk lakukan segalanya untuk diwujudkannya rumah dambaan.

Ini kali, KoinWorks akan memberi kamu langkah irit untuk membuat rumah yang kamu mimpikan! Baca penjelasannya di bawah ini.

Langkah Irit Ini Untuk Membuat Rumah Dambaan Kamu!

Tetapkan Type Rumah Sama sesuai Keperluan dan Bujet

Perancangan ongkos sebagai salah satunya poin utama yang jangan kamu lalui. Mulai dari rencana ukuran tanah dan bangunan, kecocokan model rumah yang kamu harapkan, dan waktu pembangunan yang akurat.

Pertama, kenali type rumah yang ingin kamu bangun. Type rumah terbagi dalam luas tanah dan luas bangunan. Alangkah sebaiknya, samakan dengan bujet riil yang kamu punyai dan samakan dengan keperluan kamu.

Misalkan, bila kamu ingin beli tanah dengan harga terjangkau di Jakarta, pilih lokasi yang sama sesuai dan bukan pusat perkotaan. Kamu bisa memperoleh harga Rp2 juta sampai Rp3 juta untuk tanah di beberapa daerah Jakarta.

Jika kamu ingin pilih lokasi di Jakarta yang sepi warga, membeli saja tanah di Kepulauan Seribu. Di situ masih tetap ada kok tanah yang berharga Rp200.000 per m².

Nach, penetapan type rumah dapat kamu samakan dengan keperluan. Bila kamu tidak mau rumah yang terlampau besar tetapi masih tetap berasa luas dan pas untuk pasangan dengan dua orang anak, kamu dapat pilih type 50/60 yakni rumah dengan luas bangunan 50 m² dan luas tanah 60 m².

BACA JUGA  Tips Lindungi Smartphone dari Serangan Hacker

Untuk luas tanah 60 m² memiliki arti kamu harus sediakan uang minimal Rp180 juta. Bila tidak mungkin, kamu dapat kurangi luasnya atau atur tatanan letak ruang didalamnya. Semua dapat kamu mengatur sendiri kok!

Seterusnya, kamu dapat tentukan model rumah dan denah yang kamu harapkan. Apa ingin dua lantai, atau satu lantai. Seharusnya, untuk permulaan, kamu cukup membuat rumah satu lantai untuk tekan pengeluaran.

Harus diingat, dalam tentukan bujet pembuatan rumah harus dengan detail dan terang. Semua harus kamu tulis dan rekam dalam suatu tabel khusus. Karena, ide bujet kamu bisa menjadi referensi dan tutorial kamu dalam membuat rumah dari sejak awalnya sampai akhir.

Survey Harga Material Bahan Bangunan

Meskipun bukan kamu sendiri yang membuat, tidak ada kelirunya untuk lakukan survey lapangan pada harga bahan dan material bangunan yang lain yang diperlukan.

Masing-masing toko bahan bangunan memasangkan harga yang paling bervariatif. Kamu mulai bisa memperbandingkan, toko yang mana kiranya cocok dengan bujet kamu. Masalahnya ongkos bahan bangunan berikut yang kerap kali jadi sumber lebamnya bujet secara mendadak.

Janganlah lupa untuk menulis daftar perbedaan harga, tulis di mana kamu akan beli semua material dan bahan bangunan itu, dimulai dari semen, keramik, sampai cat.

Misalkan, harga cat tembok di toko A dengan harga Rp140.000, sementara di toko B dengan harga Rp180.000. Karena ketidaksamaan harga cukup besar, kamu tentu cenderung pilih beli cat di toko A.

Tetapi, bakal ada pemikiran yang lain harus kamu pikir, terhitung ongkos transport untuk sampai ke lokasi toko A atau toko B. Menurut kamu, lebih memberikan keuntungan mana?

Nach, sudah pasti, semuanya memerlukan energi dan waktu yang semakin besar. Tetapi, dengan demikian, kamu akan memperoleh harga tambah murah dan sama sesuai bujet ‘kan?.

BACA JUGA  Rekomendasi Aplikasi Belajar Online Gratis

Tentukan Bahan Bangunan yang Murah dan Berkualitas

Berkualitas tidak berarti harus mahal, harga mahal belum pasti berkualitas. Sekarang ini telah banyak bahan material lokal yang kwalitasnya dapat disebut nyaris menyamai produk import, bahkan juga lebih baik.

Tetapi benar-benar sayang, kehadiran bahan bangunan lokal, seperti kayu, mulai sangat jarang dan mempunyai harga jual yang lumayan tinggi dibanding yang di-import di luar Indonesia.